The Black Symphony

 

.

The Black Symphony

.

.

@Amtrs7227

.

.

.

The silent night I dreamed about you

I describe a joy with you

But I’m always ask

Is there I in your dreams?

.

.

.

Malam selalu sama bagiku. Selalu dingin, sepi, dan sunyi. Dan setiap malam sunyi ini pula aku selalu memimpikan dirimu. Kau selalu saja hadir di setiap mimpiku. Tanpa rasa lelah kau selalu hadir di mimpiku. Tapi aku selalu bertanya. Adakah aku di mimpimu?

 

“Sam, aku selalu bingung. Kenapa kau selalu hadir di setiap mimpiku? Tapi aku selalu bertanya. Adakah aku di mimpimu?”

 .

.

.

I engraved your name in my heart

Love missed the clash

But I’m always ask

Is there I in your heart?

.

.

.

Tanpa malu, namamu kutuliskan dengan abadi di hatiku. Cinta dan rindu beradu menjadi satu. Namun aku selalu bertanya. Adakah aku di hatimu?

“Sam! Memangnya apa salahku padamu?! Kenapa kau selalu bersikap dingin padaku?! Bisakah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu? Tak adakah aku dihatimu?”

.

.

.

I have sung my beautiful wave strains

I have whispered my dark stories

I have ignored dreams and my ambitions

But why I cannot touch in your heart

.

.

.

Sudah kuungkapkan kata – kata cinta untuk dirimu, tapi kau abaikan. Sudah kuceritakan semua masalaluku yang kelam padamu, tapi kau tak peduli. Sudah kuabaikan semua mimpi – mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa aku tak bisa menyentuh hatimu?

“Nak, kenapa kamu menolak beasiswa untuk sekolah di Berklee College of Music? Bukankah itu sekolah music nomor satu di dunia? Lagi pula, bukankah mimpimu itu untuk menjadi pemusik nomor satu di dunia?”

“Maaf sir, aku tidak bisa menerima beasiswa itu”

“Mengapa?”

“Karena aku tidak bisa meninggalkan orang yang kucintai”

.

.

.

If only you were here with me

I’ll give you everything

But I did’t stop to ask

Is there I in your longing

.

.

.

Andai saja kau ada di sisiku, akan kuberikan kau segalanya. Akan kuberikan semua yang ada pada diriku untukmu. Hanya untukmu. Bahkan bila kau menginginkan nyawaku, akan kuberikan nyawa ini untukmu. Aku merindukan dirimu. Tapi aku tidak berhenti untuk bertanya – tanya. Adakah aku di rindumu?

“Sam, aku selalu merindukanmu. Sangat merindukanmu. Apakah kau juga merindukanku?”

.

.

.

I have sung my beautiful wave strains

I have whispered my dark stories

I have ignored dreams and my ambitions

But why I cannot touch in your heart

.

.

.

Kunyanyikan alunan – alunan sendu ini untuk dirimu. Kuceritakan semua kisah kelam ini kedalam alunan – alunan sendu ini, agar kau mengerti isi hatiku. Kuabaikan semua mimpi – mimpi dan ambisiku yang berharga hanya untukmu. Tapi mengapa aku masih tetap tidak bisa menyentuh hatimu?

“Sam, dengarkanlah lagu ciptaanku yang baru! Ini semua benar – benar berasal dari lubuk hatiku yang paling dalam loh~”

“Aku tak perlu mendengarkan semua lagu tak berguna milikmu. Itu sama sekali tidak penting bagiku”

“KENAPA?!! Kenapa kau selalu berlaku seperti ini padaku?! Memangnya apa salahku?! Kau tahu? Sudah ku korbankan semua yang kumiliki hanya untukmu! Bahkan mimpi dan ambisiku untuk menjadi pemusik nomor satu di dunia!”

“Itu semua kulakukan karena aku membencimu!”

.

.

.

Can you please listen me just little?

Listen my symphony

My symphony just for you

.

.

.

Tak bisakah kau sedikit saja mendengarkan diriku? Mendengar simfoniku. Simfoni hanya untukmu.

“Sebegitu bencinya kah dirimu padaku Sam? Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak lagi membenci diriku Sam?”

“Aku ingin kau musnah dari muka bumi ini untuk selamanya!”

“Baiklah, bila itu yang kau inginkan. Akan aku lakukan itu semua untukmu. Hanya untukmu. Karena,, aku sangat mencintaimu”

.

.

.

I have ignored dreams and my ambitions

But why I cannot touch in your heart

.

.

.

Bila itu yang kau inginkan. Akan aku lakukan. Bila itu yang kau impikan. Akan aku kabulkan. Semuanya, hanya untuk dirimu. Karena aku sangat mencintaimu. Tapi, mengapa aku masih tetap tidak bisa menyentuh hatimu?

“Sam, aku sangat mencintaimu. Jadi.. selamat tinggal”

“AWASSS!!”

CKITTTTT, BRAKKKKK! *Sfx suara tabrakan*

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

TAP TAP TAP TAP

“Dokter! Dokter! Pasien dengan nama Ayuzawa Miki sekarang berada di ruang mana?!”

“Sekarang nona Miki sedang berada di ruang ICU karena mengalami pendarahan yang sangat parah dan mengalami benturan yang parah pada kepalanya”

“A-apa? Kau bercanda kan dokter?!”

“Tidak. Saya tidak pernah bercanda mengenai keadaan pasien saya. Bahkan saat ini nona Miki sedang membutuhkan donor darah yang sangan banyak”

BRAK!

“Dokter! Gawat! Denyut jantung pasien yang bernama Miki melemah!”

“APA?! Cepat segera sediakan alat kejut jantung untuk memacu jantungnya agar tetap berdetak”

“Baik!”

TAP TAP BRAK!

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

SAM POV

Ada apa ini sebenarnya?! Kenapa semuanya jadi seperti ini? Miki kecelakaan dan sekarang berada dalam keadaaan kritis? ini semua hanya omong kosong belaka bukan? tak mungkin gadis tangguh seperti dia mengalami keadaan seperti ini?

Tunggu! bukankah aku seharusnya senang karena Miki sekarat? bukankah seharusnya aku senang karena gadis itu berada di antara hidup dan mati? gadis yang membuat nyawa kedua orang tuaku melayang. tapi mengapa hati ini terasa sangat sakit mendengar gadis itu dalam keadaan sekarat?

TES

Eh?! Air apa ini? kenapa ada air yang menetes di lantai pijakanku ini?

TES

lagi? air apa ini sebenarnya?

TES

kuraba kedua pipiku. basah? kenapa pipiku basah? ada apa ini? mengapa aku menangisi gadis yang membuat kehidupanku yang menjadi suram ini?

TES

Oh tidak! kenapa air mata sialan ini tetap tidak mau berhenti mengalir? kuusap kasar pipiku dengan menggunakan lengan pakaianku. ah, tunggu! pakaian ini… bukankah ini pakaian yang di belikan oleh Miki pada hari ulang tahunku? kenapa aku menggunakan pakaian ini? aku sangat membenci gadis itu bukan? kenapa ini semua terasa sangatlah manyakitkan?

Kenapa aku menggunakan pakaian ini? Aku sangat membenci gadis itu bukan? Tapi kenapa ini semua jadi terasa sangatlah manyakitkan?

TAP TAP TAP TAP TAP

Suara langkah kaki yang terdengar sangat jelas di telingaku saling sahut – menyahut. Ada apa ini? Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang? Ada apa sebenarnya? Karena tidak kuat menahan pertanyaan – pertanyaan yang terus saja berputar didalam benakku, langsung saja aku bangkit dan menghentikan langkah terburu seorang perawat yang berada di hadapanku.

SAM

“Maaf dokter, sebenarnya ada apa ini? Kenapa dari tadi aku terus saja melihat para perawat di rumah sakit ini terus saja berlalu lalang di lorong ini menuju ruang operasi?”

“Maaf apa bila yang kami lakukan ini membuat anda merasa tidak nyaman tuan. Tapi sebelumnya kami memang sedang sangat terburu – buru karena pasien yang bernama Miki keadaannya semakin kritis dan denyut jantungnya mulai melemah kembali”

 

DEG

 

Ada apa ini? Kenapa jantungku berdetak sangat kencang seperti ini? Kenapa mendengar bahwa Miki keadaannya semakin kritis malah membuat jantungku terasa sangat sakit?

“Dok, apa… Miki akan selamat? Kumohon.. Tolong selamatkanlah Miki. Selamatkanlah dia dok.. Hiks.. Komohon..”

Air mata terus saja mengalir tanpa henti. Dengan mata yang sangat sembab karena terus saja menangis, diriku memohon kepada dokter yang menangani Miki untuk menyelamatkannya. Aku yang tidak pernah memohon kepada siapapun, bahkan kepada kedua orang tuaku semasa mereka masih hidup rela merendahkan harga diriku kepada dokter yang berada dihadapanku ini.

“Saya tidak bisa menjamin hal itu nak. Karena apapun yang terjadi, itu adalah kehendak dari tuhan. Maka dari itu banyak – banyaklah berdoa kepada tuhan untuk memberikan kesembuhan kepada nona Miki”

Ah, benar yang di bilang dokter itu. Tidak ada gunanya aku memohon dan menangis dihadapan dokter ini agar memberikan kesembuhan kepada Miki. Karena semua itu hanya tuhan yang menghendakinya. Sedangkan dokter hanyalah sebuah perantara. Akan tetapi.. Apakah tuhan mau mengabulkan doa pendosa seperti diriku ini?

END SAM POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

MIKI POV – Point Of View

Ini dimana? Kenapa semuanya berwarna putih? Bukankah tadi aku masih tergelatak bersimbah darah di tengah jalan? Apa sekarang aku sudah tiada? Kalau begitu apa ini surga?

END MIKI POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

-DISAAT YANG SAMA-

Ruang operasi sangatlah ribut dikarenakan kondisi Miki semakin melemah. Dokter dan suster sibuk bergotong royong menyokong Miki agar tetap hidup. Mereka berusaha sangat keras. Sangat, dan sangat berusaha..

“Suster, segera siapkan alat kejut jantung! Denyut jantung pasien ini semakin lama semakin melemah”

“Baik!”

“Tambahkan tekanannya! Denyut jantungnya semakin melemah!”

 “Baik!”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

MIKI POV – Point Of View

“Miki..”

Tunggu! sepertinya aku mendengar orang memanggilku. Apa ini hanya halusinasiku saja? Bukankah aku sekarang ini sudah di surga.

“Miki..”

Mendengar suara yang memanggilku semakin jelas. Kupalingkan wajahku kearah sumber suara itu datang. Kulihat wanita yang sangat cantik di hadapanku. Apakah dia yang memanggilku? Dia cantik sekali. Apa ia seorang bidadari?

“Ya? Anda siapa? Kenapa anda mengenal saya? Dan dimana ini sebenarnya”

“Kamu tidak perlu akan hal itu nak. Karena itu tidaklah penting. Saatini kamu berada di Eden.”

“Eden? Bukankah itu taman firdaus? Aku sungguh tidak mengerti.. Apakah ini artinya aku benar – benar telah tiada?”

“Ya, tapi sayangnya kamu belum tiada nak. Sebenarnya Eden adalah perbatasan antara dunia manusia dengan akhirat. Kau tau? Eden itu adalah tempat berkumpulnya orang – orang yang berada di hidup dan mati”

“Berarti aku belum…”

Jadi sebenarnya aku belumlah tiada? Kenapa? Kenapa ini semua malah menjadi semakin rumit? Kenapa aku tidak langsung tiada saja? Tapi.. Ada yang aneh di sini. Entah mengapa sepertinya aku pernah melihat orang ini di suatu tempat. Tapi dimana?

“Pasti kamu sedang bertanya – tanya kenapa aku ada di sini dan siapa aku sebenarnya bukan nak?”

“Eh?!!”

“Tujuanku di sini hanya satu. Aku disini untuk menjemputmu”

END MIKI POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

-DISAAT YANG SAMA-

“Cepat pasangkan pasien alat bantu pernapasan! Nafas pasien semakin melemah!!”

“Baik dokter!”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/
.
.
MIKI POV – Point Of View

“Eh?!! Menjemputku?! Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti”

“Ya, aku datang ke sini untuk menjemputmu kembali ke sisi ‘Nya’. Tapi sebelum itu ada hal yang ingin aku tanyakan”

“Apa itu?”

“Aku ingin kamu memilih. Kamu ingin ikut denganku, atau.. Tetap berada disini untuk menemani orang yang kau cintai? Kuharap kamu memilih pilihan yang bijak nak”

Bagaimana ini? Apa yang harus kupilih? Bila bisa aku ingin sekali tetap berada di sini dan menemani Sam. Karena aku tahu bahwa selama ini Sam sangatlah kesepian, dan hanya aku satu – satunya orang yang dia punya. Akan tetapi.. Sam sangatlah membenci diriku. Dan bahkan dia sangat menginginkan aku pergi dari dunia ini untuk selama – lamanya. Jadi.. Apa yang harus kupilih? Tapi..

“Baiklah. Sudah kuputuskan”

“Katakanlah nak. Apa keputusanmu? Tapi kuharap keputusanmu ini sangatlah bijak”

“Ya. Aku sudah memikirkannya. Aku.. Aku akan ikut dengan dirimu”

“Kamu yakin dengan pilihanmu ini nak?”

“Ya. Sangat yakin”

“Baiklah. Baiklah bila itu yang kamu inginkan. Kalau begitu genggamlah tanganku”

“Ya..”

Kuharap pilihan yang kupilih ini merupakan yang terbaik.

“Kuharap kau akan selalu bahagia Sam. Aku mencintaimu. Jadi.. Selamat tinggal..”

END MIKI POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

-DISAAT YANG SAMA-

PIPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP

“DOK! JANTUNG PASIEN BERHENTI BERDETAK!”

“Ini semua adalah kehendak ‘Nya’. Semoga kamu bahagia di sisi tuhan nak”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/
.
.

SAM POV – Point Of View

DEG!

Ada apa ini? Jenapa rasanya dada ini sakit sekali? Ada apa sebenarnya?? Kuharap semuanya baik – baik saja. Ya, kuharap..

KRIETTT

Ah! Itu dokter yang menangani Miki. Tapi.. Kenapa mereka memasang wajah sedih seperti itu? Uh.. Entah kenapa feelingku merasakan suatu hal yang buruk telah terjadi. Dengan perasaan resah kudekati dokter itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Miki saat ini.

“Dok! Bagaimana keadaan Miki? Dia baik – baik saja kan?!”

“Maafkan aku..”

“Ada apa ini dok? Kenapa anda meminta maaf kepada saya? Miki baik – baik saja kan dok?!”

“Maaf.. Kami sudah melakukannya sebaik mungkin”

“Dok apa maksud anda?”

“Maaf.. Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa nona Miki. Nona Miki telah.. Tiada..”

“ha-HAHAHAHAHAHA!! Kau bercanda kan dok?!! Miki tidak mungkin tiada kan?! Miki.. Hiks.. Tidak mungkin.. Hiks.. Miki.. Hiks.. TIDAKKKKKKKKKKKKKKKK!!”

END SAM POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

-1 WEEKS LATER-

Suara isak tangis terus saja terdengar dari mulut Sam. Sam sangatlah terpukul akan kepergian Miki. Tapi mau apa lagi? Kita tidak akan bisa melakukan apapun apa bila ‘dia’ telah bertindak.

Suara parau itu terus saja dilantunkan oleh Sam. Tubuh ringkih itu tidak bisa lepas dari pusara makam Miki. Dengan paraunya Sam mengungkapkan betapa ia mencintai Miki dan kenapa Miki meninggalkannya.

“Nak Sam. Janganlah kamu begini.. Apakah kamu tidak kasihan dengan Miki yang sudah pergi dengan damai? Apa kamu ingin membuat Miki tidak tenang di alam sana?”

“Ta- Tapi.. Mi- Miki.. Hiks.. Miki..”

“Ayo kita pergi dari sini. Tidak baik kita berlama – lama disini”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

-2 MONTH LATER *APARTEMEN LANTAI 25*-

“Hiks.. Aku sudah tidak kuat. Hiks.. Aku sudah tidak sanggup. Aku.. Hiks.. Tidak bisa hidup

tanpamu Miki!!”

Suara isak tangis terus saja terdengar dari bibir pucat Sam. Tubunya yang kurus dan ringkih karena tidak diberi asupan makanan yang cukup membuatnya terlihat seakan – akan hanya dengan tiupan angin saja akan terbang menjauh.

“Miki.. Aku mencintaimu. Maka dari itu aku akan menyusulmu. Karena hidup di dunia ini tidak ada artinya apa bila tanpa dirimu!”

“Miki..”

“I LOVE YOU” setelah mengatakan itu. Dengan nekadnya Sam meloncat dari balkon apartemennya.

Tiba – tiba saja sekelebat bayangan hitam terlihat berada di balik pintu balkon. Dengan sorot yang penuh akan kesedihan ia berkata

“Semoga kalian bahagia selamanya”

 .

.

.

.

.

THE END

Iklan

One response to “The Black Symphony

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s