The Black Symphony -Screenplay Ver-

 

.

The Black Symphony

.

.

@Amtrs7227

.

.

.

FADE IN:

AYUZAWA MIKI (MIKI), SAWADA KOSAME (SAM)

.

.
The silent night I dreamed about you
I describe a joy with you
But I always ask
Is there I in your dreams or was it someone else?

.

.

INT. RUANG TAMU APARTEMEN – NIGHT

Malam selalu sama bagiku. Selalu dingin, sepi, dan sunyi. Dan setiap malam sunyi ini pula aku selalu memimpikan dirimu. Kau selalu saja hadir di setiap mimpiku. Tanpa rasa lelah kau selalu hadir di mimpiku. Tapi aku selalu bertanya. Adakah aku di mimpimu?

MIKI
“Sam, aku selalu bingung. Kenapa kau selalu hadir di setiap mimpiku? Tapi aku selalu bertanya. Adakah aku di mimpimu?”

.

.
I engraved your name in my heart
Love missed the clash
But I always ask
Is there I in your heart?

.

.

FADE TO BLACK.

EXT. TAMAN DEPAN APARTEMEN – DAY

Tanpa malu, namamu kutuliskan dengan abadi di hatiku. Cinta dan rindu beradu menjadi satu. Namun aku selalu bertanya. Adakah aku di hatimu?

MIKI
“Sam! Memangnya apa salahku padamu?! Kenapa kau selalu bersikap dingin padaku?! Bisakah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu? Tak adakah aku dihatimu?”

.

.
I have sung my beautiful wave strains
I have whispered my dark stories
I have ignored my dreams and my ambitions
But why I cannot touch your heart

.

.

FADE TO BLACK.

INT. RUANG GURU SEKOLAH – DAY

Sudah kuungkapkan kata – kata cinta untuk dirimu, tapi kau abaikan. Sudah kuceritakan semua masalaluku yang kelam padamu, tapi kau tak peduli. Sudah kuabaikan semua mimpi – mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa aku tak bisa menyentuh hatimu?

GURU
“Nak, kenapa kamu menolak beasiswa untuk sekolah di Berklee College of Music? Bukankah itu sekolah music nomor satu di dunia? Lagi pula, bukankah mimpimu itu untuk menjadi pemusik nomor satu di dunia?”

MIKI
“Maaf sir, aku tidak bisa menerima beasiswa itu”

GURU
“Mengapa?”

MIKI
“Karena aku tidak bisa meninggalkan orang yang kucintai”

.

.
If only you were here with me
I’ll give you everything
But I didn’t stop to ask
Is there I in your longing

.

.

FADE TO BLACK.

INT. KAMAR APARTEMEN – NIGHT

Andai saja kau ada di sisiku, akan kuberikan kau segalanya. Akan kuberikan semua yang ada pada diriku untukmu. Hanya untukmu. Bahkan bila kau menginginkan nyawaku, akan kuberikan nyawa ini untukmu. Aku merindukan dirimu. Tapi aku tidak berhenti untuk bertanya – tanya. Adakah aku di rindumu?

MIKI
“Sam, aku selalu merindukanmu. Sangat merindukanmu. Apakah kau juga merindukanku?”

.

.
I have sung my beautiful wave strains
I have whispered my dark stories
I have ignored my dreams and my ambitions
But why I cannot touch your heart

.

.

FADE TO BLACK.

INT. RUANG MUSIK SEKOLAH – DAY

Kunyanyikan alunan – alunan sendu ini untuk dirimu. Kuceritakan semua kisah kelam ini kedalam alunan – alunan sendu ini, agar kau mengerti isi hatiku. Kuabaikan semua mimpi – mimpi dan ambisiku yang berharga hanya untukmu. Tapi mengapa aku masih tetap tidak bisa menyentuh hatimu?

MIKI
“Sam, dengarkanlah lagu ciptaanku yang baru! Ini semua benar – benar berasal dari lubuk hatiku yang paling dalam loh~”

SAM
“Aku tak perlu mendengarkan semua lagu tak berguna milikmu. Itu sama sekali tidak penting bagiku”

MIKI
“KENAPA?!! Kenapa kau selalu berlaku seperti ini padaku?! Memangnya apa salahku?! Kau tahu? Sudah ku korbankan semua yang kumiliki hanya untukmu! Bahkan mimpi dan ambisiku untuk menjadi pemusik nomor satu di dunia!”

SAM
“Itu semua kulakukan karena aku membencimu!”

.

.
Can you please listen to me just little?
Listen my symphony
My symphony is just for you

.

.

FADE TO BLACK.

I/E. DEPAN PINTU APARTEMEN SAM – AFTERNOON

Tak bisakah kau sedikit saja mendengarkan diriku? Mendengar simfoniku. Simfoni hanya untukmu.

MIKI
“Sebegitu bencinya kah dirimu padaku Sam? Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak lagi membenci diriku Sam?”

SAM
“Aku ingin kau musnah dari muka bumi ini untuk selamanya!”

MIKI
“Baiklah, bila itu yang kau inginkan. Akan aku lakukan itu semua untukmu. Hanya untukmu. Karena,, aku sangat mencintaimu”

.

.

I have ignored my dreams and my ambitions
But why I cannot touch your heart

.

.

FADE TO BLACK.

EXT. PINGGIR JALAN – DAY

Bila itu yang kau inginkan. Akan aku lakukan. Bila itu yang kau impikan. Akan aku kabulkan. Semuanya, hanya untuk dirimu. Karena aku sangat mencintaimu. Tapi, mengapa aku masih tetap tidak bisa menyentuh hatimu?

MIKI
“Sam, aku sangat mencintaimu. Jadi.. selamat tinggal”

ANONYMOUS 1
“AWASSS!!”

CKITTTTTTTTTT, BRAKKKKKK!

Terdengar suara decitan ban dan tabrakan yang sangat keras membuat para pejalan kaki berbondong – bondong untuk melihat kecelakaan itu.

MIKI (O.S.)
(memejamkan mata dan tersenyum dengan sangat lembut)
“Sam, seperti yang kau inginkan. Aku akan pernah mengganggumu lagi dan pergi dari sisimu untuk selama – lamanya”

ANONYMOUS 2
“Hey! Hey! Cepat telpon ambulan! Ada orang yang butuh perawatan di sini!”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. LORONG RUMAH SAKIT – DAY

TAP TAP TAP TAP

Suara langkah kaki terdengar sangat nyaring di lorong rumah sakit yang merupakan tempat dimana kita seharusnya tenang agar tidak mengganggu para pasien yang sedang dirawat. Akan tetapi peraturan itu sama sekali tidaklah dihiraukan oleh pria yang berlari di lorong itu. Pria itu adalah Sam.

SAM
“Dokter! Dokter! Pasien dengan nama Ayuzawa Miki sekarang berada di ruang mana?!”

DOKTER
“Sekarang nona Miki sedang berada di ruang operasi karena mengalami pendarahan yang sangat parah dan mengalami benturan yang parah pada kepalanya”

SAM
“A-apa? Kau bercanda kan dokter?!”

DOKTER
“Tidak. Saya tidak pernah bercanda mengenai keadaan pasien saya. Bahkan saat ini nona Miki sedang membutuhkan donor darah yang sangan banyak”

BRAK!

Suara pintu yang dibanting dengan sangat keras terdengar dengan sangat jelasnya di telinga orang – orang yang berlalu – lalang di lorong rumah sakit itu.

SUSTER
“Dokter! Gawat! Denyut jantung pasien yang bernama Miki melemah!”

DOKTER
“APA?! Cepat segera sediakan alat kejut jantung untuk memacu jantungnya agar tetap berdetak”

SUSTER
“Baik!”

TAP TAP BRAK!


SAM POV – Point Of View

INT. RUANG TUNGGU RUMAH SAKIT – DAY

Ada apa ini sebenarnya?! Kenapa semuanya jadi seperti ini? Miki kecelakaan dan sekarang berada dalam keadaaan kritis? ini semua hanya omong kosong belaka bukan? Tak mungkin gadis tangguh seperti dia mengalami keadaan seperti ini? Tunggu! Bukankah aku seharusnya senang karena Miki sekarat? Bukankah seharusnya aku senang karena gadis itu berada di antara hidup dan mati? Gadis yang membuat nyawa kedua orang tuaku melayang. Tapi mengapa hati ini terasa sangat sakit mendengar gadis itu dalam keadaan sekarat?

TES

Eh?! Air apa ini? Tenapa ada air yang menetes di lantai pijakanku ini?

TES

Lagi? Air apa ini sebenarnya?

TES

Kuraba kedua pipiku. Basah? Kenapa pipiku basah? Ada apa ini? Mengapa aku menangisi gadis yang telah membuat kehidupanku menjadi suram ini?

TES

Oh tidak! Kenapa air mata sialan ini tetap tidak mau berhenti mengalir? Kuusap kasar pipiku dengan menggunakan lengan pakaianku. Ah, tunggu! Pakaian ini… Bukankah ini pakaian yang di belikan oleh Miki pada hari ulang tahunku?

Kenapa aku menggunakan pakaian ini? Aku sangat membenci gadis itu bukan? Tapi kenapa ini semua jadi terasa sangatlah manyakitkan?

TAP TAP TAP TAP TAP

Suara langkah kaki yang terdengar sangat jelas di telingaku saling sahut – menyahut. Ada apa ini? Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang? Ada apa sebenarnya? Karena tidak kuat menahan pertanyaan – pertanyaan yang terus saja berputar didalam benakku, langsung saja aku bangkit dan menghentikan langkah terburu seorang perawat yang berada di hadapanku.

SAM
“Maaf dokter, sebenarnya ada apa ini? Kenapa dari tadi aku terus saja melihat para perawat di rumah sakit ini terus saja berlalu lalang di lorong ini menuju ruang operasi?”

DOKTER
“Maaf apa bila yang kami lakukan ini membuat anda merasa tidak nyaman tuan. Tapi sebelumnya kami memang sedang sangat terburu – buru karena pasien yang bernama Miki keadaannya semakin kritis dan denyut jantungnya mulai melemah kembali”

DEG

Ada apa ini? Kenapa jantungku berdetak sangat kencang seperti ini? Kenapa mendengar bahwa Miki keadaannya semakin kritis malah membuat jantungku terasa sangat sakit?

SAM
(berurai air mata)
“Dok, apa… Miki akan selamat? Kumohon.. Tolong selamatkanlah Miki. Selamatkanlah dia dok.. Hiks.. Komohon..”

Air mata terus saja mengalir tanpa henti. Dengan mata yang sangat sembab karena terus saja menangis, diriku memohon kepada dokter yang menangani Miki untuk menyelamatkannya. Aku yang tidak pernah memohon kepada siapapun, bahkan kepada kedua orang tuaku semasa mereka masih hidup rela merendahkan harga diriku kepada dokter yang berada dihadapanku ini.

DOKTER
“Saya tidak bisa menjamin hal itu nak. Karena apapun yang terjadi, itu adalah kehendak dari tuhan. Maka dari itu banyak – banyaklah berdoa kepada tuhan untuk memberikan kesembuhan kepada nona Miki”

Ah, benar yang di bilang dokter itu. Tidak ada gunanya aku memohon dan menangis dihadapan dokter ini agar memberikan kesembuhan kepada Miki. Karena semua itu hanya tuhan yang menghendakinya. Sedangkan dokter hanyalah sebuah perantara. Akan tetapi.. Apakah tuhan mau mengabulkan doa pendosa seperti diriku ini?

END SAM POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANGAN SERBA PUTIH – DAY

MIKI POV – Point Of View

Ini dimana? Kenapa semuanya berwarna putih? Bukankah tadi aku masih tergelatak bersimbah darah di tengah jalan? Apa sekarang aku sudah tiada? Kalau begitu apa ini surga?

END MIKI POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANG OPERASI – DI WAKTU YANG SAMA – DAY

Ruang operasi sangatlah ribut dikarenakan kondisi Miki semakin melemah. Dokter dan suster sibuk bergotong royong menyokong Miki agar tetap hidup. Mereka berusaha sangat keras. Sangat, dan sangat berusaha..

DOKTER
“Suster, segera siapkan alat kejut jantung! Denyut jantung pasien ini semakin lama semakin melemah”

SUSTER
“Baik!”

DOKTER
“Tambahkan tekanannya! Denyut jantungnya semakin melemah!”

SUSTER
“Baik!”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANGAN SERBA PUTIH – DAY

MIKI POV – Point Of View

ANONYMOUS 3
“Miki..”

Tunggu! sepertinya aku mendengar orang memanggilku. Apa ini hanya halusinasiku saja? Bukankah aku sekarang ini sudah di surga.

ANONYMOUS 3
“Miki..”

Mendengar suara yang memanggilku semakin jelas. Kupalingkan wajahku kearah sumber suara itu datang. Kulihat wanita yang sangat cantik di hadapanku. Apakah dia yang memanggilku? Dia cantik sekali. Apa ia seorang bidadari?

MIKI
“Ya? Anda siapa? Kenapa anda mengenal saya? Dan dimana ini sebenarnya”

ANONYMOUS 3
“Kamu tidak perlu akan hal itu nak. Karena itu tidaklah penting. Saat ini kamu berada di Eden.”

MIKI
“Eden? Bukankah itu taman firdaus? Aku sungguh tidak mengerti.. Apakah ini artinya aku benar – benar telah tiada?”

ANONYMOUS 3
“Ya, tapi sayangnya kamu belum tiada nak. Sebenarnya Eden adalah perbatasan antara dunia manusia dengan akhirat. Kau tau? Eden itu adalah tempat berkumpulnya orang – orang yang berada di hidup dan mati”

MIKI
“Berarti aku belum…”

Jadi sebenarnya aku belumlah tiada? Kenapa? Kenapa ini semua
malah menjadi semakin rumit? Kenapa aku tidak langsung tiada
saja?

Tapi.. Ada yang aneh di sini. Entah mengapa sepertinya aku
pernah melihat orang ini di suatu tempat. Tapi dimana?

ANONYMOUS 3
“Pasti kamu sedang bertanya – tanya kenapa aku ada di sini dan siapa aku sebenarnya bukan nak?”

MIKI
“Eh?!!”

ANONYMOUS 3
“Tujuanku di sini hanya satu. Aku disini untuk menjemputmu”

END MIKI POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANG OPERASI – DI WAKTU YANG SAMA – DAY

DOKTER
“Cepat pasangkan pasien alat bantu pernapasan! Nafas pasien semakin melemah!!”

SUSTER
“Baik dokter!”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANGAN SERBA PUTIH – DAY

MIKI
“Eh?!! Menjemputku?! Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti”

ANONYMOUS 3
“Ya, aku datang ke sini untuk menjemputmu kembali ke sisi ‘Nya’. Tapi sebelum itu ada hal yang ingin aku tanyakan”

MIKI
“Apa itu?”

ANONYMOUS 3
“Aku ingin kamu memilih. Kamu ingin ikut denganku, atau.. Tetap berada disini untuk menemani orang yang kau cintai? Kuharap kamu memilih pilihan yang bijak nak”

Bagaimana ini? Apa yang harus kupilih? Bila bisa aku ingin sekali tetap berada di sini dan menemani Sam. Karena aku tahu bahwa selama ini Sam sangatlah kesepian, dan hanya aku satu – satunya orang yang dia punya. Akan tetapi.. Sam sangatlah membenci diriku. Dan bahkan dia sangat menginginkan aku pergi dari dunia ini untuk selama – lamanya. Jadi.. Apa yang harus kupilih? Tapi..

MIKI
“Baiklah. Sudah kuputuskan”

ANONYMOUS 3
“Katakanlah nak. Apa keputusanmu? Tapi kuharap keputusanmu ini sangatlah bijak”

MIKI
“Ya. Aku sudah memikirkannya. Aku.. Aku akan ikut dengan dirimu”

ANONYMOUS 3
“Kamu yakin dengan pilihanmu ini nak?”

MIKI
“Ya. Sangat yakin”

ANONYMOUS 3
(mengulurkan tangan)
“Baiklah. Baiklah bila itu yang kamu inginkan. Kalau begitu genggamlah tanganku”

MIKI
(Meraih dan menggenggam tangan Anonymous 3)
“Ya..”

Kuharap pilihan yang kupilih ini merupakan yang terbaik.

MIKI (O.S.) (CONT’D)
“Kuharap kau akan selalu bahagia Sam. Aku mencintaimu. Jadi.. Selamat tinggal..”

END MIKI POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANG OPERASI – DI WAKTU YANG SAMA – DAY

PIPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP

SUSTER
“DOK! JANTUNG PASIEN BERHENTI BERDETAK!” DOKTER

DOKTER
(menutup seluruh tubuh Miki dengan kain putih)
“Ini semua adalah kehendak ‘Nya’. Semoga kamu bahagia di sisi tuhan nak”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

INT. RUANG TUNGGU RUMAH SAKIT – DAY

SAM POV – Point Of View

DEG!

Ada apa ini? Jenapa rasanya dada ini sakit sekali? Ada apa sebenarnya?? Kuharap semuanya baik – baik saja. Ya, kuharap..

KRIETTT

Ah! Itu dokter yang menangani Miki. Tapi.. Kenapa mereka memasang wajah sedih seperti itu? Uh.. Entah kenapa feelingku merasakan suatu hal yang buruk telah terjadi. Dengan perasaan resah kudekati dokter itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Miki saat ini.

SAM
“Dok! Bagaimana keadaan Miki? Dia baik – baik saja kan?!”

DOKTER
“Maafkan aku..”

SAM
“Ada apa ini dok? Kenapa anda meminta maaf kepada saya? Miki baik – baik saja kan dok?!”

DOKTER
“Maaf.. Kami sudah melakukannya sebaik mungkin”

SAM
“Dok apa maksud anda?”

DOKTER
“Maaf.. Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa nona Miki. Nona Miki telah.. Tiada..”

SAM
“ha-HAHAHAHAHAHA!! Kau bercanda kan dok?!! Miki tidak mungkin tiada kan?! Miki.. Hiks.. Tidak mungkin.. Hiks.. Miki.. Hiks.. TIDAKKKKKKKKKKKKKKKK!!”

END SAM POV – Point Of View

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

EXT. PEMAKAMAN – MOMENTS LATER (1 WEEKS LATER)

Suara isak tangis terus saja terdengar dari mulut Sam. Sam sangatlah terpukul akan kepergian Miki. Tapi mau apa lagi? Kita tidak akan bisa melakukan apapun apa bila ‘dia’ telah bertindak.

Suara parau itu terus saja dilantunkan oleh Sam. Tubuh ringkih itu tidak bisa lepas dari pusara makam Miki. Dengan paraunya Sam mengungkapkan betapa ia mencintai Miki dan kenapa Miki meninggalkannya.

DOKTER
“Nak Sam. Janganlah kamu begini.. Apakah kamu tidak kasihan dengan Miki yang sudah pergi dengan damai? Apa kamu ingin membuat Miki tidak tenang di alam sana?”

SAM
“Ta- Tapi.. Mi- Miki.. Hiks.. Miki..”

DOKTER
“Ayo kita pergi dari sini. Tidak baik kita berlama – lama disini”

.

.

\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/\(^^)(^^)/

.

.

EXT. BALKON APARTEMEN (LANTAI 25) – MOMENTS LATER (2 MONTH LATER)

SAM
(menjambak rambutnya)
“Hiks.. Aku sudah tidak kuat. Hiks.. Aku sudah tidak sanggup. Aku.. Hiks.. Tidak bisa hidup tanpamu Miki!!”

Suara isak tangis terus saja terdengar dari bibir pucat Sam. Tubunya yang kurus dan ringkih karena tidak diberi asupan makanan yang cukup membuatnya terlihat seakan – akan hanya dengan tiupan angin saja akan terbang menjauh.

SAM
(melangkah ke pembatas balkon)
“Miki.. Aku mencintaimu. Maka dari itu aku akan menyusulmu. Karena hidup di dunia ini tidak ada artinya apa bila tanpa dirimu!”

SAM (CONT’D)
(menaiki pembatas balkon)
“Miki..”

SAM (CONT’D)
(loncat dari pembatas)
“I LOVE YOU”

Tiba – tiba saja sekelebat bayangan hitam terlihat berada di balik pintu balkon. Dengan sorot yang penuh akan kesedihan ia berkata

“Semoga kalian bahagia selamanya”

THE END

Iklan

One response to “The Black Symphony -Screenplay Ver-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s